Skip to main content

Speedometer

Sudah pukul 11.30, tapi belum ada balasan sms lagi.Harus ada inisiatif nih.Buru-buru aku pamit dari kantor untuk ijin pergi ke buah batu.Jalanan belum begitu ramai di sekitar Telagabodas hingga Pelajar Pejuang.Tak butuh waktu 10 menit akupun sampai ke House of Shafira.
Hampir saja menabrak papan petunjuk parkir yang melintang di are parkir.
"Udah dikasih tau dari eni?" sapaku begitu aku melihat t trisna datang menjemput.
"Iya nih, hpnya sibuk mulu, coba nelpon ke bu teta aja deh",sahutnya.
Tak lama tangannya dijulurkan untuk mengambil CD yang dari tadi kupegang.
"Mending di cobain dulu deh, takut ga kebaca nantinya" pesenku begitu Cd sudah berpindah tangan.
"Ya udah, cobain aja yuk!, kita keatas",jawabnya sigap.
Aku mengekor aja dari belakang.Untuk menuju keatas kita menggunakan jalur belakang.Sesaat aku melewati pintu berlabelkan "STAFF ONLY" tampak ada beberapa staff berjaga disitu.
Sesampainya diatas, t trisna sempet berbisik dengan t rika yang sedang menggunakan PC.
"Ayo A, disini aja"ajaknya.
Windows 98, pantas kalo hanya digunakan sebatas untuk mengetik dan menyimpan laporan.
"Nanti kalo filenya udah diedit, pindahin aja dulu filenya ke lokal,bisa ngehang nanti kalo ga gitu", pesenku sambil membuka windows explorer."Emang gimana sih CD Writer itu, sapa ya ama CD rom ini?" t rika menggunakan kesempatan sambil bertanya.Pasti pertanyaan ini yang jadi keingintahuannya.Waktu dulu aku denger soal CD Blank yang tak bisa dipakai, aku kira ada masalah dengan CD atau Neronya.Kekhawatiran pasti ada kalo kita dapet barang murah, sapa tau kulitas jadi patut dipertanyakan.Tapi begitu tau alasannya ternyata mereka pikir untuk memindahkan file ke Cd sama halnya menggunakan floppy, aku jadi ketawa...oh makanya!.
"Bentuknya aja yang sama, cuman beda kegunaanya doang,"lanjutku.Kalo yang ini sih cuman buat mutar cd aja, nah kalo mau ngopiin file baru butuh cd writer."
"udah, minta dibeliin aja,mumpung dolar lagi naek nih"godaku begitu ditanya soal harga.
"Bener tuh, buat kantor ini ya,"sahut t rika sambil tertawa ke arah t trisna.
"OK beres ya!"tandasku.
Begitu selesai berpamitan aku bergegas mencari Thunderku.Tak perlu berlama-lama dijalan akupun segera menggeber menuju windu.
Tiba di persimpangan lodaya pelajar pejuang semua kendaraan berhenti.Sambil menunggu kulihat spedometer motorku, ternyata cukup bikin kaget juga. Ada kombinasi nomer yang sangat cantik.
Coba ya, kalo perjalanan hidup kita dibantu dengan alat speedometer ini, kita kan jadi tahu masih berapa lama sisa hidup agar bisa dipersiapkan dengan lebih baik....ehm....
Kadang kepikiran juga ampe kapan sih kita diberi kesempatan menikmati hidup ini.Tanpa panduan yang berarti kadang hidup ini terlalu gampang buat diarahin kemana aja.Justru ini yang bikin kita jadi kewatir, moga aja selama ini jalanku ga salah...amin!

Popular posts from this blog

Memberi Urutan Nomor pada Dokumen MS Word

Repotnya saat kita ingin penomoran di dokumen tidak dimulai dari angka 1. Misalnya saat kita membuat dokumen dan nyatanya kita benar-benar memiliki halaman 1 pada halaman ketiga atau berikutnya. Jadi di halaman awal kita memiliki 1 lembar halaman untuk Judul, di halaman kedua berisi Daftar Isi, lalu baru halaman ketiga kita mulai halaman isi yang sebenarnya. Dari sini kita ingin memberi penomoran halaman justru di halaman ketiga. Halaman pertama dan kedua kita tidak ingin penomoran di bagian Header atau Footer dimunculkan. Untuk keperluan ini, kita bisa melakukan 'penghapusan' 2 halaman awal agar tidak terbawa menjadi halaman yang wajib kena penghitungan nomor urut. Untuk melakukannya, lakukan langkah berikut : Klik di halaman kedua (dalam hal ini berarti Daftar Isi). Ini adalah halaman terakhir yang ingin kita 'lepaskan' dari penomoran.KlikPage Layout > Breaks > Next Page.
Klik dua kali di bagian header atau footer dimana kita ingin memunculkan angka pengurut…

Berkurban di Kampung Buyut Cipageran (kabuci)

Selasa lalu, lepas hari Senin libur hari raya Idul Adha, di sekolah SIAS diadakan kegiatan lanjutan. Untuk kali ini,semua siswa di sekolahan diajak serta ke Kabuci, alias Kampung Buyut Cipageran. Kampung wisata yang terletak di Kolonel Masturi Km. 3, Cimahi Utara, Kota Cimahi sebenarnya bukan wahana yang kali pertama anak-anak SIAS hampiri. Setahun yang lalu Nafhan juga ikut kegiatan jalan sehat, lengkap dengan keluarga, yang berakhir di kampung ini. Bedanya, kali ini pihak sekolah ingin mengajarkan ke siswa-siswinya untuk terlibat dalam pemotongan dan pembagian hewan qurban. Harapanya agar mereka mengetahui rukun pemotongan hewan qurban, dan mengembangkan esensi qurban, yakni mau berbagi dan berkorban.

Kenapa Ga Dari Dulu Pakai WESTERN UNION buat Cairin Adsense

Istriku berteriak kegiarangan di Whatsapp. Jumat itu, sedari pagi seperti yang ia janjikan, ia bergegas menuju ke kantor pos di Sarijadi. Kantor pos ini memang terhitung dekat dari rumah. Jadi, sebelum dia berkeliling mengikuti agenda acaranya hari itu, ia sudah menepati janjinya. Sejak kamis sore sebelumnya, suaminya memaksanya untuk bersegera menuju ke kantor pos di Cihanjuang. Merujuk pada lokasi toko, seharusnya sejalan pulang, kerjaan pencairan dana dari Google Adsense bisa sembari mampir sejenak. Lagipula, surat untuk pencairan sudah dikirim via email. Mestinya gampang, bahkan untuk pemula sekalipun! Dan jumat ini baru bisa kesampaian. Tahunya pun saat suaminya tengah menyetir. Saat melewati masjid Bait al-Mughni di Gatot Subroto Jakarta, nama sang istri sempat masuk ke telepon. Dengan kondisi menyetir, ia pun hanya sempat menjadi miss-called. Sesampainya di Bellagio Mall, Kuningan, di depan Londry, kabar gembiranya masuk. "Udah beres ay.. 1.402.500" pesannya via…