Skip to main content

Syukur

Disebut ada 100 nikmat, yang 1 diantaranya diturunkan
ke bumi, untuk disebarkan kepada jin, manusia, hewan
yang besar, hingga hewan yang sangat kecil seperti
amuba yang tidak bisa dilihat secara kasat mata.

Hanya dengan 1 rahmat tersebut kita kerepotan untuk
menghitung semua nikmat yang telah kita terima dan
niscaya kita tak akan pernah bisa
menghitungnya.Padahal semua nikmat tersebut akan
dimintakan pertanggungjawaban.Apakah rejeki kita
sebagian kita infakan kepada mereka yang
membutuhkan.Dan tak ada yang merugi apabila kita
melakukan kegiatan sosial kita.Tidak pernah ada kabar
seorang yang pulang dari haji jatuh miskin karena
uangnya digunakan untuk membantu kaum miskin sebagai
wujud syukur.

Keikhlasan adalah kuncinya.Hamba yang
senantiasa ikhlas akan semakin dilapangkan hatinya dan
dijauhkan dari hal2 yang membuatnya menderita.

Karena pada hakekatnya umat yang pandai bersyukur
kepada Alloh, adalah umat yang selalu memuliakan
hidupnya.Alloh menjanjikan akan memberikan nikmat yang
lebih besar dari yang diterimanya saat ini.

Sisanya, 99 nikmat tersebut akan diberikan hanya kepada hamba
Alloh, yaitu sebagian kecil dari keseluruhan umat
manusia tak lain adalah hambanya yang senantiasa
bersyukur pada saat yaumul akhir nanti.Maka ar rahim
yang menjadi salah satu sifat Alloh begitu mengemuka
di bagian ini.

Ada 3 golongan manusia akan kondisi ini.Yakni
1. Orang yang pandai bersyukur
2. Orang yang khufur nikmat.
2. Orang yang diilustrasikan seperti kipas angin,
kadang dia melupakan nikmat saat diberi kebahagiaan,
disaat lain dia bisa begitu ingat akan nikmatnya saat
diberi cobaan.

Ada ayat suci AlQuran mengenai hal ini
alam taraw anna allaaha sakhkhara lakum maa fii
alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wa-asbagha 'alaykum
ni'amahu zhaahiratan wabaathinatan wamina alnnaasi man
yujaadilu fii allaahi bighayri 'ilmin walaa hudan
walaa kitaabin muniirin

"Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Alloh telah
menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit
dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu
nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada
yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu
pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi
penerangan".(Al Lukman ayat 20)

Ada 2 kenikmatan utama yang perlu disyukuri; yakni
nikmat kesempatan dan kesehatan.
Tentang syukur akan kesempatan diungkapkan bahwa
apabila hari itu dia kehilangan sholat subuhnya makan
dia tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk
melaksanakan sholat subuh hari itu.Ada ungkapan yang
menyebutkan 10 menit yang lalu akan sangat jauh
dibanding 100 tahun yang datang.hanya sebagai
ilustrasi, betapa waktu sangat berarti.

Kesempatanpun akan datang sia-sia apabila tanpa
dibekali dengan kesehatan.Healt is not everything, but
anything without healt is nothing.Untuk itu gunakan
waktu dan kesehatan fisik yang kita miliki secara
optimal agar kita menjadi umat yang ringan mengucapkan
syukur.
(Dari khutbah jumat 09-09 Masjid Bandiklatda At
Tarbiyah dengan khotib : KH. Nurul Mubin)



______________________________________________________
Yahoo! for Good
Watch the Hurricane Katrina Shelter From The Storm concert
http://advision.webevents.yahoo.com/shelter

Popular posts from this blog

Memberi Urutan Nomor pada Dokumen MS Word

Repotnya saat kita ingin penomoran di dokumen tidak dimulai dari angka 1. Misalnya saat kita membuat dokumen dan nyatanya kita benar-benar memiliki halaman 1 pada halaman ketiga atau berikutnya. Jadi di halaman awal kita memiliki 1 lembar halaman untuk Judul, di halaman kedua berisi Daftar Isi, lalu baru halaman ketiga kita mulai halaman isi yang sebenarnya. Dari sini kita ingin memberi penomoran halaman justru di halaman ketiga. Halaman pertama dan kedua kita tidak ingin penomoran di bagian Header atau Footer dimunculkan. Untuk keperluan ini, kita bisa melakukan 'penghapusan' 2 halaman awal agar tidak terbawa menjadi halaman yang wajib kena penghitungan nomor urut. Untuk melakukannya, lakukan langkah berikut : Klik di halaman kedua (dalam hal ini berarti Daftar Isi). Ini adalah halaman terakhir yang ingin kita 'lepaskan' dari penomoran.KlikPage Layout > Breaks > Next Page.
Klik dua kali di bagian header atau footer dimana kita ingin memunculkan angka pengurut…

Berkurban di Kampung Buyut Cipageran (kabuci)

Selasa lalu, lepas hari Senin libur hari raya Idul Adha, di sekolah SIAS diadakan kegiatan lanjutan. Untuk kali ini,semua siswa di sekolahan diajak serta ke Kabuci, alias Kampung Buyut Cipageran. Kampung wisata yang terletak di Kolonel Masturi Km. 3, Cimahi Utara, Kota Cimahi sebenarnya bukan wahana yang kali pertama anak-anak SIAS hampiri. Setahun yang lalu Nafhan juga ikut kegiatan jalan sehat, lengkap dengan keluarga, yang berakhir di kampung ini. Bedanya, kali ini pihak sekolah ingin mengajarkan ke siswa-siswinya untuk terlibat dalam pemotongan dan pembagian hewan qurban. Harapanya agar mereka mengetahui rukun pemotongan hewan qurban, dan mengembangkan esensi qurban, yakni mau berbagi dan berkorban.

Kenapa Ga Dari Dulu Pakai WESTERN UNION buat Cairin Adsense

Istriku berteriak kegiarangan di Whatsapp. Jumat itu, sedari pagi seperti yang ia janjikan, ia bergegas menuju ke kantor pos di Sarijadi. Kantor pos ini memang terhitung dekat dari rumah. Jadi, sebelum dia berkeliling mengikuti agenda acaranya hari itu, ia sudah menepati janjinya. Sejak kamis sore sebelumnya, suaminya memaksanya untuk bersegera menuju ke kantor pos di Cihanjuang. Merujuk pada lokasi toko, seharusnya sejalan pulang, kerjaan pencairan dana dari Google Adsense bisa sembari mampir sejenak. Lagipula, surat untuk pencairan sudah dikirim via email. Mestinya gampang, bahkan untuk pemula sekalipun! Dan jumat ini baru bisa kesampaian. Tahunya pun saat suaminya tengah menyetir. Saat melewati masjid Bait al-Mughni di Gatot Subroto Jakarta, nama sang istri sempat masuk ke telepon. Dengan kondisi menyetir, ia pun hanya sempat menjadi miss-called. Sesampainya di Bellagio Mall, Kuningan, di depan Londry, kabar gembiranya masuk. "Udah beres ay.. 1.402.500" pesannya via…