Skip to main content

Potong rambut

Untuk kedua kalinya rambut kaka dipangkas.

Pertama kali saat aqiqah, seminggu setelah kelahiran.Waktu itu rambutnya belum semerata skarang.Masih ada beberapa bagian yang botak alias tak berambut.Kali ini tanpa alasan khusus, rambutnya mesti dipotong.Selain....biar kompak gaya rambutnya sama bapaknya.Hehehe....

Setelah aku selesai dipotong rambutnya, kaka yang saat itu masih dalam keadaan tertidur kita pindahin kekursi yang masih kosong.Masih dalam gendongan mamanya, sang tukang cukur sesekali memegangin rambut depannya yang sudah panjang.
"Jambulnya mau dipotong?" tanyanya."Sekalian aja deh A, digundulin aja" jawab istriku."Gimana kalo disisain 1 senti"tawarnya."Kepalanya masih lemah, kwatir ga bisa rapi".
Tadinya aku pikir justru lebih mudah motongnya kalo digundulin, ternyata tidak kalo berhadapan dengan bayi."Gak papa deh, ikutan aja".

Baru sekali alat cukurnya mengenai bagian rambutnya, kaka langsung membuka mata.Mungkin karena bunyinya.Disinilah kadar kesulitannya bertambah.Ga gampang ngajak anak kecil tenang saat rambutnya dipotong.Mungkin itu juga yang jadi alasan kenapa mas yang tadi motong rambutku nyerah waktu ditawarin motong si kaka."Ada yang udah biasa",katanya.Ternyata untuk urusan seperti ini ga semua orang sanggup.Lebih baik mempercayakan kepada yang sabar, kali ya.

Tapi kali ini kaka tidak seaktif biasanya kalo baru bangun tidur.Coba kali dia haus, wah bisa-bisa mama mesti menunda acara potongnya untuk sementara.Cukup di dekap dengan tangan kanan, kaka pun diam.Pasrah tepatnya.

Dan hasilnya ..

Popular posts from this blog

Memberi Urutan Nomor pada Dokumen MS Word

Repotnya saat kita ingin penomoran di dokumen tidak dimulai dari angka 1. Misalnya saat kita membuat dokumen dan nyatanya kita benar-benar memiliki halaman 1 pada halaman ketiga atau berikutnya. Jadi di halaman awal kita memiliki 1 lembar halaman untuk Judul, di halaman kedua berisi Daftar Isi, lalu baru halaman ketiga kita mulai halaman isi yang sebenarnya. Dari sini kita ingin memberi penomoran halaman justru di halaman ketiga. Halaman pertama dan kedua kita tidak ingin penomoran di bagian Header atau Footer dimunculkan. Untuk keperluan ini, kita bisa melakukan 'penghapusan' 2 halaman awal agar tidak terbawa menjadi halaman yang wajib kena penghitungan nomor urut. Untuk melakukannya, lakukan langkah berikut : Klik di halaman kedua (dalam hal ini berarti Daftar Isi). Ini adalah halaman terakhir yang ingin kita 'lepaskan' dari penomoran.KlikPage Layout > Breaks > Next Page.
Klik dua kali di bagian header atau footer dimana kita ingin memunculkan angka pengurut…

Berkurban di Kampung Buyut Cipageran (kabuci)

Selasa lalu, lepas hari Senin libur hari raya Idul Adha, di sekolah SIAS diadakan kegiatan lanjutan. Untuk kali ini,semua siswa di sekolahan diajak serta ke Kabuci, alias Kampung Buyut Cipageran. Kampung wisata yang terletak di Kolonel Masturi Km. 3, Cimahi Utara, Kota Cimahi sebenarnya bukan wahana yang kali pertama anak-anak SIAS hampiri. Setahun yang lalu Nafhan juga ikut kegiatan jalan sehat, lengkap dengan keluarga, yang berakhir di kampung ini. Bedanya, kali ini pihak sekolah ingin mengajarkan ke siswa-siswinya untuk terlibat dalam pemotongan dan pembagian hewan qurban. Harapanya agar mereka mengetahui rukun pemotongan hewan qurban, dan mengembangkan esensi qurban, yakni mau berbagi dan berkorban.

Kenapa Ga Dari Dulu Pakai WESTERN UNION buat Cairin Adsense

Istriku berteriak kegiarangan di Whatsapp. Jumat itu, sedari pagi seperti yang ia janjikan, ia bergegas menuju ke kantor pos di Sarijadi. Kantor pos ini memang terhitung dekat dari rumah. Jadi, sebelum dia berkeliling mengikuti agenda acaranya hari itu, ia sudah menepati janjinya. Sejak kamis sore sebelumnya, suaminya memaksanya untuk bersegera menuju ke kantor pos di Cihanjuang. Merujuk pada lokasi toko, seharusnya sejalan pulang, kerjaan pencairan dana dari Google Adsense bisa sembari mampir sejenak. Lagipula, surat untuk pencairan sudah dikirim via email. Mestinya gampang, bahkan untuk pemula sekalipun! Dan jumat ini baru bisa kesampaian. Tahunya pun saat suaminya tengah menyetir. Saat melewati masjid Bait al-Mughni di Gatot Subroto Jakarta, nama sang istri sempat masuk ke telepon. Dengan kondisi menyetir, ia pun hanya sempat menjadi miss-called. Sesampainya di Bellagio Mall, Kuningan, di depan Londry, kabar gembiranya masuk. "Udah beres ay.. 1.402.500" pesannya via…