Skip to main content

Ke kondangan

Waktu yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba.

Dari pertama kali nikah berlanjut memiliki bayi, ingin rasanya mengajak kaka ke tempat resepsi pernikahan.Ada rasa bangga saat kita bisa menunjukan keutuhan dan kekompakan sebuah keluarga kepada rekan yang sedang menikah.Kalo ada yang bilang anak itu rejeki,investasi, kebanggan...emang ga salah...(siapa tahu mereka jadi terpancing untuk segera memiliki momongan kan).

Kesempatan diundang di resepsi Budi pun tidak di sia-siakan.

Jaraknya pun cukup dekat, hanya berselisih 1 kilometer dari rumah.Cukup dengan menggunakan motor sampailah kita ketempat tujuan.Begitu tiba di gerbang utama,aku minta istriku untuk memindahkan gendongan kaka ke pelukanku.

"bener nih, ga mama aja yang jagain kaka?" goda istriku.

Mungkin ada yang kurang saat istri berkesempatan bersama kaka jutru aku yang menggendongnya.Memang lebih pantas istri kan untuk hal yang satu ini.Tapi ini kesempatanku, ini temanku yang menikah, jadi sah saja kiranya kalo aku yang membawanya.

Upss...10 kilo yang berat untuk sekedar digendong didepan.Ga apapa lah...ga lama ini dalam hatiku.

Ternyata dugaan ku salah. Kaka lebih seneng bisa berlama-lama digendong agar leluasa melihat semua yanga ada didepannya.Kesempatan yang jarang didapat kalo halnya digendong mamanya yang cuman sebentar.Iyalah,bisa-bisa bahu tambah pegel kalo lama2 nahan beban seberat ini.

Akibatnya, acara makan yang biasanya dipakai buat saling komentar soal rasa dengan istri (biasanya yang paling diinget dari suatu pesta resepsi ya makanan!), ahirnya aku pasrahin buat ngajak kaka jalan2 keliling ruangan yang cukup luas di masjid istiqomah.

Nah dari sinilah akhirnya kaka bisa menemukan ruangan yang cukup luas untuk merangkak.Biasa mendapatkan ukuran ruangan kamar kami yang terbatas, ruangan masjid pun dimanfaatkan untuk test drive.

wah ternyata gampang juga nyari tempat bermain yang luas buat kaka.Tempatnya cukup deket dengan rumah, tapi perlu diinget lain kali kalo ingin ngajak anak ke resepsi, perut mesti diisi dulu, sipa tahu ga kebagian waktu buat mencicipi masakan tuan rumah.

Popular posts from this blog

Memberi Urutan Nomor pada Dokumen MS Word

Repotnya saat kita ingin penomoran di dokumen tidak dimulai dari angka 1. Misalnya saat kita membuat dokumen dan nyatanya kita benar-benar memiliki halaman 1 pada halaman ketiga atau berikutnya. Jadi di halaman awal kita memiliki 1 lembar halaman untuk Judul, di halaman kedua berisi Daftar Isi, lalu baru halaman ketiga kita mulai halaman isi yang sebenarnya. Dari sini kita ingin memberi penomoran halaman justru di halaman ketiga. Halaman pertama dan kedua kita tidak ingin penomoran di bagian Header atau Footer dimunculkan. Untuk keperluan ini, kita bisa melakukan 'penghapusan' 2 halaman awal agar tidak terbawa menjadi halaman yang wajib kena penghitungan nomor urut. Untuk melakukannya, lakukan langkah berikut : Klik di halaman kedua (dalam hal ini berarti Daftar Isi). Ini adalah halaman terakhir yang ingin kita 'lepaskan' dari penomoran.KlikPage Layout > Breaks > Next Page.
Klik dua kali di bagian header atau footer dimana kita ingin memunculkan angka pengurut…

Berkurban di Kampung Buyut Cipageran (kabuci)

Selasa lalu, lepas hari Senin libur hari raya Idul Adha, di sekolah SIAS diadakan kegiatan lanjutan. Untuk kali ini,semua siswa di sekolahan diajak serta ke Kabuci, alias Kampung Buyut Cipageran. Kampung wisata yang terletak di Kolonel Masturi Km. 3, Cimahi Utara, Kota Cimahi sebenarnya bukan wahana yang kali pertama anak-anak SIAS hampiri. Setahun yang lalu Nafhan juga ikut kegiatan jalan sehat, lengkap dengan keluarga, yang berakhir di kampung ini. Bedanya, kali ini pihak sekolah ingin mengajarkan ke siswa-siswinya untuk terlibat dalam pemotongan dan pembagian hewan qurban. Harapanya agar mereka mengetahui rukun pemotongan hewan qurban, dan mengembangkan esensi qurban, yakni mau berbagi dan berkorban.

Kenapa Ga Dari Dulu Pakai WESTERN UNION buat Cairin Adsense

Istriku berteriak kegiarangan di Whatsapp. Jumat itu, sedari pagi seperti yang ia janjikan, ia bergegas menuju ke kantor pos di Sarijadi. Kantor pos ini memang terhitung dekat dari rumah. Jadi, sebelum dia berkeliling mengikuti agenda acaranya hari itu, ia sudah menepati janjinya. Sejak kamis sore sebelumnya, suaminya memaksanya untuk bersegera menuju ke kantor pos di Cihanjuang. Merujuk pada lokasi toko, seharusnya sejalan pulang, kerjaan pencairan dana dari Google Adsense bisa sembari mampir sejenak. Lagipula, surat untuk pencairan sudah dikirim via email. Mestinya gampang, bahkan untuk pemula sekalipun! Dan jumat ini baru bisa kesampaian. Tahunya pun saat suaminya tengah menyetir. Saat melewati masjid Bait al-Mughni di Gatot Subroto Jakarta, nama sang istri sempat masuk ke telepon. Dengan kondisi menyetir, ia pun hanya sempat menjadi miss-called. Sesampainya di Bellagio Mall, Kuningan, di depan Londry, kabar gembiranya masuk. "Udah beres ay.. 1.402.500" pesannya via…