Skip to main content

Lagi rame soal NPWP

Kenapa ya kalo NPWP bisa jadi seheboh ini.Lihat aja di detik, ada warga PRT yang menerima NPWP bahkan sampai ada pengangguran terima NPWP juga.Kabarnya ini sehubungan dengan Target Ditjen Pajak menjaring 10 juta NPWP pada 20 Oktober 2005.

Nah yang ini moga berguna :

Mereka yang berhak memiliki NPWP adalah:

1. Pemilik tanah dan bangunan mewah

2. Pemilik mobil mewah

3. Pemilik kapal pesiar atau yacht

4. Pemegang saham, baik di dalam negeri maupun di luar negeri

5. Orang asing

6. Pegawai tetap yang berpenghasilan di atas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) dan lain-lain, yang belum ber-NPWP.

Selain itu, NPWP juga wajib dimiliki oleh WP yang memiliki rumah dengan
harga di atas Rp 150 juta. Untuk kategori ini jumlahnya mencapai 13
juta.

Untuk kategori pemilik mobil mewah dan kapal mewah, jumlahnya mencapai
600 ribu orang. Namun data tersebut baru data dari kota-kota besar di
Indonesia, belum di seluruh Indonesia.

Yang paling utama adalah penghasilan seseorang setelah dikurangi PTKP
sebesar Rp 12 juta per tahun Contohnya seorang WP yang memiliki gaji Rp
20 juta per tahun. Setelah dikurangi PTKP Rp 12 juta, maka WP tersebut
harus membayar pajak untuk Rp 8 juta sisa pendapatan setelah dikurangi
PTKP.

Ketentuan pajaknya adalah:

1. Penghasilan di bawah Rp 25 juta per tahun pajaknya 5 persen

2. Penghasilan Rp 25-50 juta per tahun, kena pajak 10 persen

3. Penghasilan Rp 50-100 juta, kena pajak 15 persen

4. Penghasilan Rp 100-200 juta kena pajak 25 persen

5. Penghasilan di atas Rp 200 juta kena pajak 35 persen.



Para WP yang berada di luar negeri pun tidak akan luput. Kantor pajak
di luar negeri seperti di AS (IRS) juga memberi data berapa banyak
orang di Indonesia yang berpenghasilan tinggi. Misalnya di AS, memberi
data sekitar 40 ribu item transaksi.

Namun memang ada sejumlah data yang salah. Misalnya saja untuk kasus
yang sudah meninggal dan masih diberikan NPWP. Mungkin saja kita
menerima datanya pas WP itu membeli mobil atau rumah sewaktu belum
meninggal. Kalau demikian, silakan saja komplain.

Untuk kasus keluhan WP yang menerima penghasilan UMR namun menerima
NPWP, bisa saja orang tersebut memiliki penghasilan di luar. Bisa saja
mungkin penghasilannya di bawah UMR waktu siang hari, malamnya kerja di
pub atau restoran yang lebih besar dari UMR, makanya dikenakan NPWP.

Namun jika WP betul-betul bisa membuktikan jumlah penghasilannya, maka
Ditjen Pajak siap untuk melakukan verifikasi. WP dipersilakan
mengajukan komplain hingga 31 Maret 2006.


Nah, jadi...ga usah bingung kalo lain kali terima NPWP kan...atau bisa baca lebih jauh disini.

Popular posts from this blog

Memberi Urutan Nomor pada Dokumen MS Word

Repotnya saat kita ingin penomoran di dokumen tidak dimulai dari angka 1. Misalnya saat kita membuat dokumen dan nyatanya kita benar-benar memiliki halaman 1 pada halaman ketiga atau berikutnya. Jadi di halaman awal kita memiliki 1 lembar halaman untuk Judul, di halaman kedua berisi Daftar Isi, lalu baru halaman ketiga kita mulai halaman isi yang sebenarnya. Dari sini kita ingin memberi penomoran halaman justru di halaman ketiga. Halaman pertama dan kedua kita tidak ingin penomoran di bagian Header atau Footer dimunculkan. Untuk keperluan ini, kita bisa melakukan 'penghapusan' 2 halaman awal agar tidak terbawa menjadi halaman yang wajib kena penghitungan nomor urut. Untuk melakukannya, lakukan langkah berikut : Klik di halaman kedua (dalam hal ini berarti Daftar Isi). Ini adalah halaman terakhir yang ingin kita 'lepaskan' dari penomoran.KlikPage Layout > Breaks > Next Page.
Klik dua kali di bagian header atau footer dimana kita ingin memunculkan angka pengurut…

Berkurban di Kampung Buyut Cipageran (kabuci)

Selasa lalu, lepas hari Senin libur hari raya Idul Adha, di sekolah SIAS diadakan kegiatan lanjutan. Untuk kali ini,semua siswa di sekolahan diajak serta ke Kabuci, alias Kampung Buyut Cipageran. Kampung wisata yang terletak di Kolonel Masturi Km. 3, Cimahi Utara, Kota Cimahi sebenarnya bukan wahana yang kali pertama anak-anak SIAS hampiri. Setahun yang lalu Nafhan juga ikut kegiatan jalan sehat, lengkap dengan keluarga, yang berakhir di kampung ini. Bedanya, kali ini pihak sekolah ingin mengajarkan ke siswa-siswinya untuk terlibat dalam pemotongan dan pembagian hewan qurban. Harapanya agar mereka mengetahui rukun pemotongan hewan qurban, dan mengembangkan esensi qurban, yakni mau berbagi dan berkorban.

Kenapa Ga Dari Dulu Pakai WESTERN UNION buat Cairin Adsense

Istriku berteriak kegiarangan di Whatsapp. Jumat itu, sedari pagi seperti yang ia janjikan, ia bergegas menuju ke kantor pos di Sarijadi. Kantor pos ini memang terhitung dekat dari rumah. Jadi, sebelum dia berkeliling mengikuti agenda acaranya hari itu, ia sudah menepati janjinya. Sejak kamis sore sebelumnya, suaminya memaksanya untuk bersegera menuju ke kantor pos di Cihanjuang. Merujuk pada lokasi toko, seharusnya sejalan pulang, kerjaan pencairan dana dari Google Adsense bisa sembari mampir sejenak. Lagipula, surat untuk pencairan sudah dikirim via email. Mestinya gampang, bahkan untuk pemula sekalipun! Dan jumat ini baru bisa kesampaian. Tahunya pun saat suaminya tengah menyetir. Saat melewati masjid Bait al-Mughni di Gatot Subroto Jakarta, nama sang istri sempat masuk ke telepon. Dengan kondisi menyetir, ia pun hanya sempat menjadi miss-called. Sesampainya di Bellagio Mall, Kuningan, di depan Londry, kabar gembiranya masuk. "Udah beres ay.. 1.402.500" pesannya via…