Skip to main content

Definisi Wajib dan Sunah

Kita mengenal pengertian wajib dan sunah itu menjadi
seperti ini :
Wajib adalah apabila kita kerjakan mendapat pahala,
bila mungkir mendapat siksa/dosa, lalu Sunah adalah
bila dikerjakan mendapat pahala, tapi bila tidak, tak
mendapat dosa.

Lalu apakah pengertian itu masih relevan di usia yang
skarang, mengingat pengertiann itu didapat saat kita
masih sekolah di tingkat dasar, yang notabene
pengertian dibuat berdasarkan tingkat pengertian kita
saat itu.

Tentu hal ini akan menjadi hal yang tidak sepadan
dilihat dari usia kita yang saat ini dimudahkan untuk
memahami hal yang ada.

Bila ditilik dari Al Quran, kita pernah mendengar
sebuah ayat yang berbunyi, seorang mukmin apabila
diperdengarkan asma Alloh maka akan bergetar hatinya,
dan apabila dilantunkan ayat2 suci maka semakin
bertambah imannya.

Kewajiban untuk mendapatkan kondisi seperti inilah
yang semestinya menjadi acuan saat ini, yakni disaat kita
merasa semakin takut dengan murka Alloh, dan
senantiasa menjaga kemurnian hatinya dengan melakukan
hal yang dituntut dalam kitab suci dan menjaganya dari
hal yang bisa membuatnya celaka.

Untuk itu konsekwensi dari sini adalah kita mesti
melakukan evaluasi diri, apakah kita selama ini telah
menjadi kaum yang kufur, karena kita tidak mendapatkan
suasana hati yang sedemikian.Hanya merasa biasa saja
saat asma-Nya dikumandangkan.Ini bisa menjadi cerminan
keimanan kita.Jangan-jangan kadar keimanan kita hanya
baru sebatas melakukan kewajiban ritual tanpa memahami
makna dibelakangnya.Karena sesuangguhnya kaum yang
senantiasa merasa Alloh ada di dekatnya lah yang bisa
selamat.

Dalam surat AL MU'MINUUN (23) ayat 60.disebutkan
"Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka
berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu
bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan
mereka,
Kata-kata wajilat, bisa bermakna takut, atau juga
bergetar.Merekalah yang takut, takut akan murkaNya,
dan menjaga perbuatanya selama di dunialah yang bisa
dikategorikan orang yang beriman sesungguhnya."

Alkisan, Aisyah putri Abu Bakar bertanya kepada Rasul,
"ya Rasul, apakah yang disebut kaum yang takut itu
adalah mereka yang selalu zinah, minum khomr, atau
berjudi?" Dan Rasul menjawab "Bukan ya Aisyah, mereka
adalah orang yang takut apabila amal ibadahnya slama
ini tidak diterima di sisiNya".

Dari sini bisa disebut kaum ulamalah yang sedemikian
itu.
Semoga kita digolongkan ke dalam kaum tersebut.
Amin
(Dari khutbah jumat 16-09 Masjid Bandiklatda At Tarbiyah)


__________________________________
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005
http://mail.yahoo.com

Popular posts from this blog

Memberi Urutan Nomor pada Dokumen MS Word

Repotnya saat kita ingin penomoran di dokumen tidak dimulai dari angka 1. Misalnya saat kita membuat dokumen dan nyatanya kita benar-benar memiliki halaman 1 pada halaman ketiga atau berikutnya. Jadi di halaman awal kita memiliki 1 lembar halaman untuk Judul, di halaman kedua berisi Daftar Isi, lalu baru halaman ketiga kita mulai halaman isi yang sebenarnya. Dari sini kita ingin memberi penomoran halaman justru di halaman ketiga. Halaman pertama dan kedua kita tidak ingin penomoran di bagian Header atau Footer dimunculkan. Untuk keperluan ini, kita bisa melakukan 'penghapusan' 2 halaman awal agar tidak terbawa menjadi halaman yang wajib kena penghitungan nomor urut. Untuk melakukannya, lakukan langkah berikut : Klik di halaman kedua (dalam hal ini berarti Daftar Isi). Ini adalah halaman terakhir yang ingin kita 'lepaskan' dari penomoran.KlikPage Layout > Breaks > Next Page.
Klik dua kali di bagian header atau footer dimana kita ingin memunculkan angka pengurut…

Berkurban di Kampung Buyut Cipageran (kabuci)

Selasa lalu, lepas hari Senin libur hari raya Idul Adha, di sekolah SIAS diadakan kegiatan lanjutan. Untuk kali ini,semua siswa di sekolahan diajak serta ke Kabuci, alias Kampung Buyut Cipageran. Kampung wisata yang terletak di Kolonel Masturi Km. 3, Cimahi Utara, Kota Cimahi sebenarnya bukan wahana yang kali pertama anak-anak SIAS hampiri. Setahun yang lalu Nafhan juga ikut kegiatan jalan sehat, lengkap dengan keluarga, yang berakhir di kampung ini. Bedanya, kali ini pihak sekolah ingin mengajarkan ke siswa-siswinya untuk terlibat dalam pemotongan dan pembagian hewan qurban. Harapanya agar mereka mengetahui rukun pemotongan hewan qurban, dan mengembangkan esensi qurban, yakni mau berbagi dan berkorban.

Kenapa Ga Dari Dulu Pakai WESTERN UNION buat Cairin Adsense

Istriku berteriak kegiarangan di Whatsapp. Jumat itu, sedari pagi seperti yang ia janjikan, ia bergegas menuju ke kantor pos di Sarijadi. Kantor pos ini memang terhitung dekat dari rumah. Jadi, sebelum dia berkeliling mengikuti agenda acaranya hari itu, ia sudah menepati janjinya. Sejak kamis sore sebelumnya, suaminya memaksanya untuk bersegera menuju ke kantor pos di Cihanjuang. Merujuk pada lokasi toko, seharusnya sejalan pulang, kerjaan pencairan dana dari Google Adsense bisa sembari mampir sejenak. Lagipula, surat untuk pencairan sudah dikirim via email. Mestinya gampang, bahkan untuk pemula sekalipun! Dan jumat ini baru bisa kesampaian. Tahunya pun saat suaminya tengah menyetir. Saat melewati masjid Bait al-Mughni di Gatot Subroto Jakarta, nama sang istri sempat masuk ke telepon. Dengan kondisi menyetir, ia pun hanya sempat menjadi miss-called. Sesampainya di Bellagio Mall, Kuningan, di depan Londry, kabar gembiranya masuk. "Udah beres ay.. 1.402.500" pesannya via…