Skip to main content

Caught by Moment

Pagi ini aku ga ngira bakalan nemuin polisi dalam keadaan berlawanan.Selama ini boleh dibilang ga pernah terbujuk sama godaan menyeberang jalan pake kendaraan dalam posisi jalan kosong meski keadaan memungkinkan.Bahkan bisa dibilang kalo banyak kendaraan yang mendahului lampu hijau dalam jalurku, aku cuman bisa menahan geram.Apa mereka ga tahu sebenernya kalo mereka melakukan itu adalah merampas hak pengguna jalan lain.Bener kata Pak Sarlito kalau banyak orang Indonesia yang ceroboh.Jangan jauh-jauh menilik kasus kecelakaan pesawat, di jalanpun banyak yang seenaknya memotong jalan.

Tapi keadaan tadi pagi lain.

Tumben banget kali ini aku mengambil jalan melewati jalan Laswi dari arah buah batu.Biasanya aku lebih suka lewat terusan malabar bila ingin pulang.Pas di pertigaan jl cianjur, lampu traffic masih terlihat merah ke arah kanan.Biasanya sih jalan sini kalo mau lurus terus aja jalan, ditambah dengan ada motor lain yang berbuat demikian.Kali ini instingku menuntunku mengikutinya.
Baru 2 meter melewati garis jalan, seorang polisi tampak terburu-buru keluar dari posnya.Sambil melambaikan tangan untuk menyuruhku berhenti.Ups..bener-bener di luar kendali.

"Tadi lampunya merah A, knapa masih terus aja!" hardiknya begitu aku berhenti.
Paling yang bisa kukatakan hanya alasan saja, "Maaf pak, ga lihat".
Tampak bodoh memang dengan alasan itu, tapi biarlah.
"Matikan dulu motornya, ikut ke Pos!" suaranya kali ini sudah lebih kalem.
Aku serahin SIM dan STNKnya.Disana ada seorang lagi polisi yang sedang berjaga sambi ditemani segelas teh.
"Ini PHH Mustapha sebelah mana?", begitu melihat alamat dalam SIM.
"Deket-deket kampus lah".Lalu dia mulai mengangkat jari telunjuk ke bibirnya.
"Mau damai atau pengadilan nih" tantangnya.Wah, magic wordnya keluar juga.

"Pengadilan aja deh pak".Begitu banyak alasan untuk menjawabnya tegas kali ini.aku masih belum percaya dengan uang damai.Ini kan korupsi kecil-kecilan, mana ada tanda buktinya kalo kita melakukan pembayaran, tapi yang lebih penting lagi dipertanyakan sih kemana uang damai itu selanjutnya mengalir.Iya kan?

"Dah deh, pulang aja sana!", lanjutnya.Apalagi nih, tanyaku.Berubah jauh sekali dari dugaanku.
"Kenapa pak?"aku pura-pura tuli."Bawa nih SIM ama STNKnya, lanjutin aja sana".
Ada apa ini? apakah ini berhubungan dengan tolakanku dengan tawaran damainya?, wah aku hanya bisa bilang "Makasih pak, eh salamin dulu"ajakku"Terima kaish banget pak!".

Sampai sekarang pun aku maish bertanya-tanya untuk kejadian tadi.Ah, syukurlah.Paling hanya itu.Tapi aku jadi teringat salah satu kantor polisi yang terletak di jalan PHH Mustapha, ya...bisakah karena itu?

Popular posts from this blog

Memberi Urutan Nomor pada Dokumen MS Word

Repotnya saat kita ingin penomoran di dokumen tidak dimulai dari angka 1. Misalnya saat kita membuat dokumen dan nyatanya kita benar-benar memiliki halaman 1 pada halaman ketiga atau berikutnya. Jadi di halaman awal kita memiliki 1 lembar halaman untuk Judul, di halaman kedua berisi Daftar Isi, lalu baru halaman ketiga kita mulai halaman isi yang sebenarnya. Dari sini kita ingin memberi penomoran halaman justru di halaman ketiga. Halaman pertama dan kedua kita tidak ingin penomoran di bagian Header atau Footer dimunculkan. Untuk keperluan ini, kita bisa melakukan 'penghapusan' 2 halaman awal agar tidak terbawa menjadi halaman yang wajib kena penghitungan nomor urut. Untuk melakukannya, lakukan langkah berikut : Klik di halaman kedua (dalam hal ini berarti Daftar Isi). Ini adalah halaman terakhir yang ingin kita 'lepaskan' dari penomoran.KlikPage Layout > Breaks > Next Page.
Klik dua kali di bagian header atau footer dimana kita ingin memunculkan angka pengurut…

Berkurban di Kampung Buyut Cipageran (kabuci)

Selasa lalu, lepas hari Senin libur hari raya Idul Adha, di sekolah SIAS diadakan kegiatan lanjutan. Untuk kali ini,semua siswa di sekolahan diajak serta ke Kabuci, alias Kampung Buyut Cipageran. Kampung wisata yang terletak di Kolonel Masturi Km. 3, Cimahi Utara, Kota Cimahi sebenarnya bukan wahana yang kali pertama anak-anak SIAS hampiri. Setahun yang lalu Nafhan juga ikut kegiatan jalan sehat, lengkap dengan keluarga, yang berakhir di kampung ini. Bedanya, kali ini pihak sekolah ingin mengajarkan ke siswa-siswinya untuk terlibat dalam pemotongan dan pembagian hewan qurban. Harapanya agar mereka mengetahui rukun pemotongan hewan qurban, dan mengembangkan esensi qurban, yakni mau berbagi dan berkorban.

Kenapa Ga Dari Dulu Pakai WESTERN UNION buat Cairin Adsense

Istriku berteriak kegiarangan di Whatsapp. Jumat itu, sedari pagi seperti yang ia janjikan, ia bergegas menuju ke kantor pos di Sarijadi. Kantor pos ini memang terhitung dekat dari rumah. Jadi, sebelum dia berkeliling mengikuti agenda acaranya hari itu, ia sudah menepati janjinya. Sejak kamis sore sebelumnya, suaminya memaksanya untuk bersegera menuju ke kantor pos di Cihanjuang. Merujuk pada lokasi toko, seharusnya sejalan pulang, kerjaan pencairan dana dari Google Adsense bisa sembari mampir sejenak. Lagipula, surat untuk pencairan sudah dikirim via email. Mestinya gampang, bahkan untuk pemula sekalipun! Dan jumat ini baru bisa kesampaian. Tahunya pun saat suaminya tengah menyetir. Saat melewati masjid Bait al-Mughni di Gatot Subroto Jakarta, nama sang istri sempat masuk ke telepon. Dengan kondisi menyetir, ia pun hanya sempat menjadi miss-called. Sesampainya di Bellagio Mall, Kuningan, di depan Londry, kabar gembiranya masuk. "Udah beres ay.. 1.402.500" pesannya via…